Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.)
Kamis, 24 Oktober 2019
Tulis Komentar
Sambiloto digunakan untuk mengobati ikan yang terserang Aeromonas hydrophila. Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lembab atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Tanaman semusim, tinggi 50 - 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwadrangularis) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah membujur menjadi 4 keping-Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda.
Nama daerah sambiloto antara lain; Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien, cong cong (Vietnam), kirata, mahatitka (India/Pakistan). Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris). Untuk mengobati Aeromonas hydrophila, ekstrak daun sambiloto 200-300 mg/l rendamkan ikan yang sakit selama 24 jam. Sedangkan konsentrasi 400 mg/l dapat mengobati KHV
Belum ada Komentar untuk "Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.)"
Posting Komentar