Ketapang (Terminalia catappa)


Ketapang atau katapang (Terminalia catappa) adalah nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Cepat tumbuh dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepi jalan. Selain nama ketapang dengan berbagai variasi dialeknya (misalnya Batak.: hatapang; Nias: katafa; Minang.: katapiĕng; Teupah: lahapang; Nusa Tenggara Timur: ketapas; Bugis: atapang; dan lain-lain), pohon ini juga memiliki banyak sebutan seperti  talisei, tarisei, salrisé (Sulut); tiliso, tiliho, ngusu (Maluku Utara); sarisa, sirisa, sirisal, sarisalo (Maluku); lisa (Rote); kalis, kris (Papua Barat); dan sebagainya.

Ketapang mengandung bahan kimia Tanin yang bersifat Astrigen dan mengerutkan kulit. Daun ketapang kering menghasilkan asam organik seperti humic dan tannic. Daun ketapang juga berguna untuk menurunkan pH air. Hal ini akan menciptakan kondisi air yang ideal untuk ikan hidup pada pH air rendah dibawah 7. Tannic dan humic berguna untuk membunuh bakteri. Humic juga dapat mengkondisikan kandungan logam yang berlebihan dan berbahaya bagi ikan. Air daun ketapang mempunyai efek detoksifikasi terhadap ikan. Jika berlebihan dalam penggunaannya akan menurunkan pH air pada keadaan yang tidak stabil dan justru membahayakan kesehatan ikan.

Daun ketapang dapat memperbaiki kualitas air yang mempunyai pH terlalu tinggi yaitu dapat menurun sekaligus menstabilkan pH air. Akan tetapi bila berlebihan sehingga pH air menjadi tidak stabil dan akan membahayakan ikan. Dapat menyerap bahan-bahan kimia yang berbahaya dan meneutralkannya seperti bahan-bahan dari logam berat (zing, aluminium, tembaga dan lain-lain).

Artikel Terkait

Belum ada Komentar untuk "Ketapang (Terminalia catappa)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel